PDAM Jayapura Launching Dua Merek Air Minum Dalam Kemasan Robongholo dan Nanwani

Bagikan Berita Bagikan ke Facebook Bagikan Tweet ke Twitter Bagikan ke LinkedIn

PDAM Jayapura melaunching produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), yakni dengan merek RobongHolo dan NanWani, yang diproduksi dari sumber air pegunungan cycloop, Sentani, tepatnya di kawasan Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (21/12) pagi.

Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna, SE, MM mengatakan sebenarnya RobongHolo sendiri sudah diluncurkan dan diproduksi pada tahun 2018, akan tetapi produksinya sementara dihentikan karena terkena dampak bencana banjir bandang pada Maret 2019.

“Tidak hanya pabrik, tapi sumber air juga hancur total. Syukur alhamdulilah di 2020 kami lakukan perbaikan,” katanya kepada awak media disela-sela kegiatan.

Dikatakan, beruntung mesinnya tidak mengalami pengrusakan dan masih berfungsi dengan baik.

“Sehingga setelah kami lakukan pemulihan pada infrastruktur, maka pada Desember 2020 kami mulai produksi produk Robongholo dan siap dipasarkan,” jelasnya.

Untuk Robongholo sendiri, Entis akui sudah ada sertifikasi SNI, BPOM dan halal dari MUI. Sedangkan sertifikasi produk Nanwani sedang dalam proses.

“Pada intinya kedua produk tersebut akan saling bergandengan karena dikelola oleh PDAM Jayapura untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kota dan kabupaten Jayapura dan juga kita rencanakan untuk mendukung PON 2021,” ujar Entis.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awitauw, SE, M.Si menjelaskan arti dari Robongholo yang dipilih sebagai salah satu nama produk AMDK yang dikelola PDAM Jayapura.

“Robongholo adalah cycloop dalam bahasa lokal. Alasannya diberi nama itu karena dia (cycloop) adalah sumber air, sumber yang menghidupkan semua orang yang dibawah kaki gunung cycloop,” jelasnya.

Ia berharap Robongholo maupun Nanwani bisa menjadi minuman resmi untuk PON mendatang. “Nanti kita akan koordinasi dengan PB PON supaya bisa diakomodir,” harap Bupati Awitauw.

Sementara itu, Walikota Jayapura, Dr Drs Benhur Tomi Mano, MM membeberkan alasan pemberian nama Nanwani pada AMDK yang dikelola PDAM Jayapura.

“Nan berasal dari bahasa Tobati, kampung saya itu artinya air. Wani dalam bahasa tobati artinya baik. Jadi nanwani adalah air yang baik,” bebernya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada PDAM Jayapura, karena terus memberikan inovasi-inovasi dan juga punya produk baru.

Ia berpesan agar terus memperhatikan kualitas, serta mendorong juga agar produk AMDK RobongHolo dan NanWani bisa disupply kepada dunia usaha seperti hotel, restoran, dan rumah makan.

“Kita juga harus menekan barang yang masuk agar tetap menjaga kearifan lokal. Maka produksi harus tetap lancar supaya tetap bagus dipasaran,” tutupnya.

(Ayu)

Sumber : https://papuasatu.com