Proyek Pengerukan Drainase di Depan PLTD Waena, Distribusi Air Kepada 2000 Pelanggan di Waena dan Abepura Terganggu

Bagikan Berita Bagikan ke Facebook Bagikan Tweet ke Twitter Bagikan ke LinkedIn

Jayapura,  Di tengah Perusaha Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura bersusah payah memperbaiki jaringan pipa distribusi air kepada masyarakat kota Jayapura. Tapi ada saja tantangan yang dihadapi.

Dimana Proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua yang dikerjakan oleh Kontraktor melakukan pengerukan untuk perbaikan drainase merusak pipa distribusi air di jalan Kamp Wolker Perumnas III Waena, Distrik Heram.

Pantauan media ini, kerusakan sepanjang 400 meter terjadi di depan PLTD Waena. Sehingga distribusi air kepada para pelanggan terutama di wilayah Waena dan Abepura terganggu.

Disela-sela melakukan peninjauan, Dirut PDAM Jayapura, Entis Sutisna mengatakan, hari ini kami melakukan pengecekan kembali terhadap kerusakan pipa 6″ untuk pelayanan Waena dan Abepura.

“Saya terus terang sangat kecewa dan menyayangkan proyek perbaikan drainase oleh PUPR Provinsi Papua yang dikerjakan oleh Kontraktor, karena telah menghancurkan jaringan pipa PDAM,” terang Entis Sutisna kepada sejumlah Wartawan usai lakukan peninjauan, Selasa ( 6/7/2021).

Entis mengaku, sangat prihatin dan menyayangkan insiden ini. Karena kerusakan pipa. Otomatis aktivitas pengerukan dan tidak memperhatikan utilitas PDAM, membuat pelaksanaan pekerjaan sembrono karena tidak memperhatikan jalur pipa distribusi air kepada masyarakat.

Kata Entis, sudah 10 hari tim teknis berupaya melakukan perbaikan. Namun perbaikan sebagian sudah tuntas, perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut kembali merusak pipa yang lain.

“Imbasnya, sekitar 500 pelanggan yang berada di jalan kamwolker Perumnas 1 Waena. Kemudian 1.500 pelanggan di wilayah Abepura tidak mendapat pasokan air dengan baik,” jelas Entis.

Mulai dari jalan Aru, Serui , Biak sampai ke RSUD Abepura juga terdampak. Sehingga ada 2000 sambungan rumah mengalami dampak dari aktivitas pembangunan drainase yang dilakukan oleh PT Angrah Nedi Kasih itu.

Jadi sampai hari ini, kami masih beritikat baik dari kontraktor pelaksana sepanjang ada solusi untuk penyelesaian kerusakan pipa.

“Kami membuka ruang untuk melakukan diskusi. Namun jika tidak, maka kami akan mempolisikan Kontraktor pelaksana yang melakukan pengrusakan terhadap aset negara itu,” ancam Entis Sutisna.

Namun, untuk mempercepat proses perbaikan dengan kemampuan dana dan sumber daya yang ada. Maka PDAM Jayapura melakukan perbaikan. Karena sudah 7 hari staf teknik kami berada di lapangan untuk melihat yang terbaik.

Ditegaskan, jika hal ini dikoordinasikan baik. Apalagi di ada unit pelaksana pelayanan (UPP) cabang Waena. Kentu rusaknya pipa ini sangat merugikan PDAM. Karena masyarakat tahu air tidak mengalir karena kesalahan dari PDAM, padahal ulah dari pekerjaan proyek drainase.

Ditambahkannya, Ini yang kedua kali terjadi, di tahun kemarin juga hal yang sama terjadi yaitu saat perbaikan jalan masuk ke Perumnas III di SPG Taruna Bakti sampai ke putaran graha youtefa. Kerusakan yang sangat luar biasa sehingga PDAM menggunakan dana sendiri untuk melakukan perbaikan.

Bahkan kontraktor pelaksana tidak ada itikad baik untuk ganti rugi kerusakan Pipa.

“Jadi hari ini kita siapkan 50 batang pipa 6″ untuk melakukan perbaikan demi kebutuhan masyarakat. Saat ini sudah terpasang 25 batang dan tinggal sisa 25 akan diselesaikan.

Entis Sutisna juga mengakui, dengan kerusakan pipa ini, maka kerugian diperkirakan, sekitar 380 juta untuk 2 hari pekerjaan dan sudah beberapa hari air tidak mengalir sehingga dikalkulasi 1 hari sekitar 100 juta.

Seandainya sambung Entis, masalah ini terus berlanjut dan bukan masalah uang saja. Tapi juga masyarakat menilai pelayanan terdegradasi, karena ulah pembangunan yang tidak kooperatif yang tidak komunikatif dengan PDAM,” tukas Entis Sutisna.

(Let)

Sumber : https://teraspapua.com